Sudah di Putuskan

Beberapa hari lagi gue akan meninggalkan kota yang kejam ini. Bekasi. Kenapa gue menganggap kota yang satu ini kejam? Karena semua orang di paksa kerja yang tidak ia sukai. Contohnya gue sendiri, dan dalam beberapa hari lagi kemungkinan besar gue enggak akan melihat lagi kota yang kejam nan indah ini.

Gue harus akui, kalau untuk memutuskan tidak kembali ke kota ini sangatlah sulit. Apalagi kota ini membuat gue menjadi lebih sadar akan kedewasaan, tanggung jawab dan rasa sakit. Semuanya gue belajar dari kota ini.

Kota Bekasi yang sudah lama gue tinggali, akhirnya harus gue tinggal pergi. Mungkin bukan untuk selamanya, karena bisa saja sewaktu saat gue kangen atau ada keperluan lain gue mampir ke kota ini.

Tapi kenangan saat gue ingin kangen-kangen dengan kota ini tidak akan bisa mengalahkan kenangan selama gue kerja disini. Mungkin gue enggak suka sama pekerjaan disini, tapi kenangan bersama teman-teman gue disini yang rasanya sangat sulit gue lepaskan.

Segala sesuatu unik dikota Bekasi ini. Manusia bak zombie yang tak mempunyai rasa lelah. Berangkat pagi, pulang sore atau bahkan larut malam. Tak peduli tua, muda, wanita, pria semuanya bekerja seperti tak punya nafsu. Kalau boleh jujur, mereka bahagia tidak? Kalau gue yang jawab gue enggak bahagia, walaupun gajinya lumayan.

Disaat gue akan memutuskan tidak kembali lagi ke kota ini. Banyak orang juga yang mengejek dengan halus ataupun dengan terang-terangan. "Mau kerja apa lo di kampung?" Mungkin itu pertanyaan yang paling mainstream yang gue dengar saat gue ngomong enggak akan kembali kesini dan gue bosan kerja di atur harus masuk pagi pulang sore.

Gue, juga enggak menyalahkan mereka saat mereka ngomong begitu. Toh, memang benar omongan mereka. Gue, memang udah punya planning kedepan setelah gue keluar dari perusahaan gue bekerja, tapi yang menjadi pertanyaan adalah apakah gue akan berhasil atau gue akan gagal dan dicap sebagai seorang yang goblok?

Mungkin untuk sekarang belum bisa dibuktikan. Tapi nasib orang siapa tahu? Apakah gue mau di zona nyaman ini terus dengan gaji sama terus tiap bulannya? Apakah pekerjaan gue cuma gini terus, monoton sampai gue mati? Ini yang jadi pertanyaan gue. Mungkin beberapa orang yang karyawan tidak setuju dengan pemikiran gue, tapi inilah gue. Gue mau keluar dari zona yang katanya nyaman ke zona bahaya beracun yang bisa saja setiap saag membunuh gue sendiri. Tapi inilah resikonya.
SHARE

Admin

Saya hanyalah seorang blogger amatir yang goblog

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.